• February 2026
    M T W T F S S
    « Jan    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

BERDOA PADA BULAN RAJAB DAN SYA’BAN UNTUK KEBERKAHAN

BERDOA PADA BULAN RAJAB DAN SYA’BAN UNTUK KEBERKAHAN

Prof. Dr. Nur Syam, MSi

Jika saya pulang ke Tuban, maka seakan menjadi kewajiban saya untuk memberikan asupan beragama pada jamaah shalat shubuh di Mushalla Raudhatul Jannah  di depan rumah saya. Jamaah shalat Subuh tersebut adalah kawan-kawan saya di masa kecil. Usianya nyaris sama. terpaut dua tahun lebih muda dan ada yang terpaut dua tahun lebih tua dari saya. Jika saya pulang terasa mengenang kembali masa-masa bersama-sama dalam kelompok bermain di masa lalu. Acara tersebut terselenggara, 15/02/2026.

Saya memberikan asupan jiwa tentang betapa senangnya karena kita akan bertemu kembali dengan Bulan Puasa atau Bulan Ramadlan, bulan yang dinantikan oleh umat Islam karena keistimewaannya. Allah SWT memang menjadikan Bulan Ramadlan sebagai bulan Istimewa, yang Allah akan melipatgandakan amal kebaikan yang dilakukan oleh umat Islam. Amalan kebaikan bisa diganjar oleh Allah dengan kelipatan bertubi-tubi, ada yang 10 kali, 100 kali dan sebagainya. Semua amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Berdzikir, shalat, sedekah dan amal kebaikan lainnya akan diberikn pahala berlipat-lipat.

Doa yang kita lantunkan kepada Allah SWT berbunyi: “Allahumma bariklana fi Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadlan”. Artinya: “Ya Allah berkahi kami pada bulan Rajab, bulan Sya’ban dan pertemukan kami dengan bulan Ramadlan”. Sebuah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk kita amalkan. Dan insyaallah doa ini sudah kita amalkan. Dan yang membuat kita bersyukur karena insyaallah kita akan dipertemukan dengan bulan Ramadlan. Kita tentu tidak tahu takdir kita, sebab takdir adalah kewenangan Allah, yang kita tidak bisa mengetahuinya. Akan tetapi indikatornya adalah kita semua masih sehat menjelang puasa, yang tinggal menghitung hari. Insyaallah puasa itu tanggal 18 Februari 2026 atau hari Rabo yang akan datang. Kita hari ini masih bisa shalat subuh berjamaah dan kita masih segar bugar sesuai dengan usia kita masing-masing.

Allah masih memberi peluang kepada kita semua untuk bisa bertemu dengan bulan Ramadlan. Artinya kita masih diperkenankan untuk menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain yang diutamakan pada bulan puasa. Inilah kenikmatan yang luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada hambanya yang patuh kepada-Nya. Meskipun kita tidak sampai memasuki Islam secara benar-benar kaffah, akan tetapi hal-hal yang prinsip di dalam Islam sudah kita lakukan, khususnya shalat dan dzikir yang mampu kita lakukan.

Di dalam literatur Islam dinyatakan bahwa berkah adalah bertambahnya kebaikan. Jadi artinya di kala kita berdoa agar diberkahi Allah pada bulan Rajab dan Sya’ban, maka kita berharap agar Allah memberikan tambahan kebaikan kepada kita. Kebaikan dalam hablum minallah dan hablum minan nas. Kebaikan dalam beribadah kepada Allah dalam banyak hal, dan semakin bisa melakukan kebaikan untuk manusia. Kebaikan kepada manusia itu memiliki dua sisi, yaitu baik kepada manusia sekaligus juga mendapatkan kebaikan dari Allah SWT. Semua ibadah kita yang bercorak kemanusiaan dipastikan di dalamnya terdapat kebaikan kepada Allah.  Jadi seperti pedang bermata dua. Satu sisi ketajamannya untuk Allah dan satu sisi ketajamannya untuk manusia. Dengan melakukan kebaikan kepada sesama manusia maka akan mempertajam rasa kehadiran Allah di dalam diri kita dan akan mempertajam rasa kemanusiaan yang berupa kasih sayang kepada sesama hamba Allah.

Pada bulan Rajab dan Sya’ban Allah akan mendatangkan keberkahan kepada umat Islam yang suka beribadah kepadanya. Keberkahan itu didapatkan dari Allah sehingga hidup menjadi tenang, damai, bahagia dan penuh manfaat. Manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan umat manusia lainnya. Ketenanagan hidup dalam rumah tangga dan dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya ditandai dengan keberhasilan anak-anak di dalam menjalani kehidupannya. Pendidikannya dan pekerjaannya, serta uang yang didapatkannya bermanfaat bagi keluarganya. Bahkan dapat menginfakkan atau mensedekahkan sebagian kecil hartanya untuk kepentingan kemanusiaan. Keberkahan harta bukan terletak pada banyaknya akan tetapi kemanfaatannya. Ada harta banyak tetapi tidak bermanfaat untuk diri, keluarga dan masyarakat yang tentu tidak bisa dinyatakan sebagai harta yang berkah. Harta yang cukup tetapi bermanfaat jauh lebih baik dibandingkan dengan harta banyak tetapi tidak bermanfaat.

Ada banyak orang yang keliru dalam memandang harta. Sering diungkapkannya bahwa harta yang banyak adalah kenikmatan. Pernyataan ini tidak salah tetapi jika kenikmatan itu tidak membawa kemanfaatan untuk diri, keluarga dan masyarakat,  maka tentu bukan kenikmatan. Sebuah kenikmatan yang sementara itu bukanlah kenikmatan yang abadi. Hari ini dan sebulan ke depan nikmat, akan tetapi pada tahun berikutnya justru menemui kesengsaraan. Harta yang banyak dapat memenuhi keinginan jasad, akan tetapi kenikmatan jasad belum tentu menjadi kenikmatan jiwa dan rohani. Islam mengajarkan bahwa kenikmatan itu mencakup kenikmatan biologis, kenikmatan jiwa dan kenikmatan rohani. Inilah hakikat kenikmatan tersebut.

Nikmat hidup itu terletak pada badan yang sehat, dan dengan kenikmatan tersebut maka  seseorang dapat melakukan ibadah kepada Allah dengan sempurna dan juga dapat berlaku baik untuk manusia. Inilah makna doa keberkahan yang kita lantukan. Khususnya keberkahan pada bulan Rajab dan Sya’ban.

Doa yang kita lantunkan pada bulan Rajab dan Sya’ban merupakan doa agar kita dapat melaksanakan puasa ramadlan yang dapat menenangkan jiwa, membawa kedamaian di dalam hidup dan dapat membawa keselamatan diri dan keluarga kita.

Wallahu a’lam bi al shawab.

 

 

 

Categories: Opini
Comment form currently closed..