• January 2026
    M T W T F S S
    « Dec    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

ADZAB TUHAN UNTUK PARA PENGINGKAR

ADZAB TUHAN UNTUK PARA PENGINGKAR

Prof. Dr. Nur Syam, MSi

Alqur’an itu sesungguhnya penuh dengan penjelasan mengenai konsep reward and punishment. Ganjaran dan hukuman. Banyak ayat Alqur’an yang menjelaskan mengenai adzab dan siksa atau pahala dan siksa. Sebagaimana diketahui bahwa pahala atau ganjaran akan diberikan kepada orang yang beriman, taat dan patuh kepada Allah dan siksa yang diberikan kepada orang yang ingkar akan keberadaan Tuhan dan melawan atas perintahnya. Hakikat pesan Alqur’an itu ada di sini. Manusia setelah diturunkan petunjuknya akan memilih jalan yang mana, jalan kebaikan atau jalan keburukan.

Artikel ini menjelaskan atas orang-orang yang mendapatkan siksaan atau adzab atas keingkarannya kepada Allah dan melakukan tindakan melawan atas perintah Allah melalui Nabi-nabinya atau rasul-rasulnya. Sebagaimana yang dicontohkan di dalam Alqur’an Surat Al Qalam.

Pertama, adzab kepada umat Nabi Nuh. Digambarkan  tentang umat Nabi Nuh yang mendapat adzab dari Allah karena kesombongannya. Di antara kesombongan itu adalah menantang atas perintah Nabi Nuh untuk percaya dan hanya menyembah kepada Allah SWT. Di dalam cerita mengenai umat Nabi Nuh, Surat Al Qamar menggambarkan tentang dakwah yang dilakukan oleh Nabi Nuh yang tidak mendapatkan sambutan positif. Bahkan dakwahnya diejek sebagai penyampaian kebohongan. Mereka sungguh tidak mempercayai setiap kata yang disampaikan oleh Nabi Nuh. Akhirnya, Nabi Nuh terpaksa berdoa kepada Allah atas suasana dakwahnya. Allah memberikan jawaban atas doa Nabi Nuh dengan akan mengadzabnya dengan banjir besar yang akan menggelamkan kaumnya.

Dalam waktu lama, Nabi Nuh membuat perahu yang super besar  yang akan dijadikan sebagai sarana untuk mengangkut umat yang beriman kepada Allah. Pada waktu Nabi Nuh membuat perahu itulah ejekan kaumnya semakin menjadi-jadi. Dianggapnya Nabi Nuh itu sebagai orang gila. Mereka mengejek sebab mereka berpikir tidak mungkin akan terjadi hujan besar bahkan banjir. Tetapi janji Allah harus benar dan tetap. Jika Allah sudah berjanji pasti tidak akan diingkarinya. Innallaha la yukhliful mi’adz”. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janji”.

Anak dan Istri Nabi Nuh juga termasuk yang ingkar atas perintah Nabi Nuh untuk masuk ke dalam kapalnya. Mereka akan naik ke gunung yang paling tinggi agar tidak tenggelam, akan tetapi semua yang ingkar atas kebenaran wahyu Nabi Nuh, maka tenggelam. Nabi Nuh terkatung-katung di dalam kapal bersama sejumlah hewan dan orang muslim selama lebih dari tiga tahun. Dan berlabuhlah kapal tersebut di bukit Judd, yang sampai sekarang masih belum ditemukan secara meyakinkan.

Banjir besar itu juga terdapat di dalam Agama Hindu di dalam Kitab Manawa Dharmasastra, bahwa Manu pernah mengalami banjir besar pada zamannya. Artinya, bahwa baik Kitab taurat, Injil maupun Alqur’an memiliki “kesamaan” dalam peristiwa banjir besar di dunia di masa lalu. Dalam analisis crosstext, bahwa peristiwa banjir besar pada zaman Nabi Nuh adalah peristiwa sejarah dan bukan fiksi.

Kedua, adzab Allah yang lain terkait dengan Kaum Ad. Kaum Ad hidup pada zaman Nabi Hud AS. Kaum Nabi Hud ini memiliki perawakan yang besar, seperti raksasa. Kuat dan Tangguh. Mereka memiliki ladang-ladang yang luas sehingga kekayaannya melimpah. Tetapi penyakitnya adalah mengingkari kebenaran ajaran Nabi Hud yang merupakan ajaran agama yang suci dan mentauhidkan Allah SWT. Kenabian Hud dianggap sebagai ajaran yang sesat sebab tidak sesuai dengan keyakinannya untuk menyembah berhala yang diciptakannya sendiri. Mereka mula-mula diadzab dengan kemarau panjang. Pertaniannya gagal dan mereka menjadi miskin. Akan tetapi keingkarannya kepada Allah sama sekali tidak berkurang. Sampai Allah kemudian menciptakan awan hitam pekat yang dikiranya justru akan terjadi hujan. Nabi Hud memperingatkan mereka akan tetapi peringatan tersebut diabaikannya, sampai kemudian berhembus angin kencang atau disebut rihun sharsharun atau angin puting beliung yang membawa awan panas. Punahlah kaum Ad kecuali yang mempercayai kebenaran ajaran Nabi Hud AS.

Ketiga, umat Nabi Luth yang diadzab Tuhan karena kedurhakaannya kepada Allah. Tetapi yang lebih menyakitkan bahwa mereka mengejek dan menghina secara terang-terangan atas perintah nubuwah Nabi Luth. Di dalam Alqur’an disebut sebagai kaum Tsamud. Mereka melakukan perbuatan yang sangat bertentangan dengan ajaran kewahyuan Nabi Luth. Mereka melakukan seksualitas sesama jenis. Di kenal dua kota sebagai pusat homoseksual pada zamannya, yaitu Kota Gomorah dan Sodom. Istilah sodomi adalah sebuah istilah yang dikaitkan dengan peristiwa atau perilaku umat Luth yang menyukai sesama jenis.

Akibat perbuatannya yang melanggar batas tersebut,  maka Allah menurunkan adzabnya. Diceritakan bahwa pada suatu ketika rumah Nabi Luth didatangi oleh malaikat dengan rupa yang sangat tampan. Kepada istrinya, Nabi Luth melarang bercerita tentang dua tamunya tersebut. Akan tetapi oleh istrinya justru diceritakan kepada orang lain, sehingga rumah Nabi Luth didatangi oleh banyak pelaku sodomi. Akibat tindakan istrinya itu, maka pada saat adzab Allah menimpa kaum Tsamud, maka istrinya juga terkena akibatnya. Ada sebuah patung yang diyakini sebagai jasad  istri Nabi Luth yang membatu. Selain itu juga ditemukan beberap bukti tentang tindakan kaum Tsamud yang melakukan percintaan sesama jenis.

Kaum Nabi Luth dikenai adzab yang berupa shaihatan wahidah atau suara keras yang mengguntur. Suara itu merupakan suara yang sangat memekakkan telinga dan dapat merusak atas kulit dan membakar daging dan tulang-tulang manusia.

Semua ini dijelaskan kepada umat Muhammad SAW agar menjadi peringatan tentang peristiwa masa lalu yang menyedihkan. Meskipun peringatan itu sangat jelas, akan tetapi tetap ada Sebagian orang yang tidak percaya atau mengingkari kebenaran Alqur’an. Mereka yang kafir itulah yang akan mendapatkan siksa di akherat kelak. Sebaliknya orang yang mempercayainya dan melakukan amal perbuatan yang baik, maka Allah akan mengganjarnya dengan kenikmatan di surga.

Wallahu a’lam bi al shawab.

Categories: Opini
Comment form currently closed..