DI MANA ADA KEBAIKAN DI SITU ALLAH HADIR
DI MANA ADA KEBAIKAN DI SITU ALLAH HADIR
Prof. Dr. Nur Syam, MSi
Senin ini, 16/02/2026, saya tidak menghadiri acara tahsinan Alqur’an di Masjid Al Ihsan Perumahan Lotus Regency Ketintang Surabaya, sebab saya berada di rumah Tuban, di Dusun Semampir, Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban. Tetapi sebagai gantinya, saya memberikan asupan jiwa dan rohani pada jamaah Shalat Shubuh di Mushalla Raudhatul Jannah di desa saya. jamaahnya para ibu dan bapak yang kebanyakan usianya sudah di atas angka 40 tahun.
Bukan ketepatan tentu saja, sebab tidak ada yang ketepatan. Ini bagian dari ketentuan Tuhan bahwa menjelang Bulan Puasa, saya bisa bersama kawan-kawan saya di masa kecil di Mushalla Raudhatul Jannah di depan rumah. Sebuah kebahagiaan saya bisa membersamai mereka menjelang pelaksanaan puasa tahun 1407 H, tahun ini. Saya memberikan ceramah dengan tema kehadiran Allah dalam perbuatan kebaikan. Ada dua hal yang saya sampaikan:
Pertama, sebelum puasa sebaiknya kita saling memaafkan. Allah sangat menyukai orang yang saling memaafkan. Orang yang meminta maaf dan memberikan maaf adalah manusia yang ideal. Manusia yang menyadari bahwa manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kita bukan manusia yang tidak memiliki kesalahan kepada orang lain, besar atau kecil. Disengaja atau tidak disengaja. Itulah sebabnya Allah memberikan ruang untuk saling memaafkan. Jangan pernah ragu untuk meminta maaf dan memberi maaf.
Coba perhatikan ajaran Islam ini, agama kita mengajarkan bahwa “fa man ‘afa fa aslaha fa ajrahu ‘indallah”, yang artinya: “maka siapa saja yang meminta maaf dan memberi maaf lalu berbuat ishlah atau berdamai, maka pahalanya di sisi Allah”. Ini sebuah gambaran bahwa Allah itu hadir atas hambanya yang saling memaafkan. Kehadiran Allah adalah dengan pahala yang diberikan kepada orang yang saling memaafkan. Memberi maaf dan meminta maaf dan perbuatan yang membawa kepada kedamaian adalah wujud dari perbuatan baik. jika kita melakukan kebaikan, maka di situ Allah dengan kekuasaannya akan dapat menurunkan rahman dan rahimnya agar manusia saling berbuat kebaikan.
Ada banyak sekali kebaikan yang bisa dihadirkan dalam berhubungan dengan sesama manusia. Misalnya memberi makan kepada orang fakir dan miskin atau memberi makan kepada para musafir dan pencari ilmu, maka itu adalah kebaikan. Di kala kita menolong orang yang berkesusahan, misalnya sedang menghadapi masalah di dalam kehidupannya, maka hal itu adalah kebaikan. Jika kita membuang paku atau duri di jalan yang bisa membuat orang celaka, maka hal itu adalah kebaikan. Semua hal yang bisa menyebabkan orang lain selamat, maka hal itu adalah kebaikan. Bahkan kita dapat membuat orang lain tersenyum atau tertawa, maka itu adalah kebaikan. Di mana ada kebaikan di situ Allah akan hadir.
Islam adalah agama yang mengedepankan keselamatan. Sebarkan keselamatan atau afsyus salam. Ini perintah Nabi Muhammad SAW. Dan jika kita melakukannya, maka kita mendapatkan pahala dari Allah SWT. Ekspresi salam tersebut, misalnya juga dapat dilihat dari kesukaan kita untuk bersalaman. Saling melakukan kebaikan. Jadi, orang yang suka bersalaman dipastikan menjadi orang yang suka keselamatan.
Di kalangan kita, setelah shalat lalu bersalaman. Jangan dilihat dari ada atau tidak perilaku bersalaman setelah shalat oleh Nabi Muhammad SAW, tetapi mari kita lihat maknanya. Agar tidak jatuh kepada sikap boleh atau tidak boleh. Bersalaman adalah tanda kita saling berada di dalam kesamaan. Tidak ada yang merasa benar atau salah. Kita merasa di dalam nuansa ingin kebaikan. Ada kata hati yang tidak terungkap di dalam kata-kata di kala kita bersalaman. Yaitu kita berada di dalam nuansa saling memaafkan.
Apakah selalu bersalaman bada shalat merupakan kebaikan. Dengan tegas saya nyatakan sebuah kebaikan. Akan tetapi kebaikan tersebut tentu didasarkan pada hati yang tulus dan Ikhlas. Janganlah tangannya bersalaman tetapi hatinya tidak. Bersalamanlah dengan keduanya, perbuatan dan hati. Jika hal ini bisa dilakukan dengan benar, maka hal tersebut adalah kebaikan dan dengan perilaku tersebut dipastikan Allah akan hadir di dalam diri kita.
Kedua, Kita akan memasuki bulan Ramadlan. Bulan Ramadlan merupakan bulan yang penuh rahmat dan maghfirah Allah SWT. Untuk memperoleh kerahmatan dan ampunan Tuhan tentu kita dapat melakukannya dengan banyak ibadah kepada Allah. Tetapi jangan lupa ada hal mendasar yang mesti harus dilakukan oleh seseorang, yaitu meminta maaf kepada sesama manusia. Allah akan memberikan ampunan atas kesalahan, kekhilafan dan dosa kepada Allah di dalam konteks hablum minallah. Dan di satu sisi juga ada kekhilafan dan kesalahan kepada sesama manusia dalam kerangka hablum minan nas. Jika keduanya bisa bertemu, maka inilah yang disebut sebagai manusia yang fithri atau manusia suci yang dikehendaki oleh Allah SWT.
Nanti setelah pulang ke rumah, mari kita lakukan untuk meminta maaf kepada suami atau isteri, bahkan anak-anak dan tetangga. Juga kepada kawan-kawan kita. Tidak harus bertemu sebab sekarang berada di dalam kesibukannya masing-masing. Kita dapat meminta maaf melalui pesan di media social. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana menjaga agar hati kita selalu siap untuk meminta maaf dan memberi maaf. Inilah inti kehidupan yang dipedomani oleh ajaran agama Islam yang kita cintai.
Wallahu a’lam bi al shawab.
